Kenangan Sahur: Segelas Air Putih

17 Jul 2013

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

“Banguuunnn sahuuurrr sahuuurrr”

“Sudah sahur apa belum? Ayo cepat sahur, keburu imsak lho.”

“Sebentar lagi imsak. Cepet sahuuurrr”

Hahaha. Kenangan masa kecil seringkali membuat pemiliknya ingin kembali ke masa indah itu. Pesan teks seperti di atas sering sekali saya dapat ketika SMP dan SMA. Ada juga yang mengirim pantun atau rangkaian kata yang indah sehingga pesan teks itu mengendap di inbox berhari-hari bahkan masih ada ketika Ramadhan telah berakhir karena rasanya tak tega untuk menghapusnya.

Masa yang lebih indah terjadi ketika saya berumur 9 tahun. Belajar untuk menjalankan perintah puasa wajib di bulan Ramadhan meski masih terhitung belum wajib berpuasa. Merasa sudah sanggup menahan lapar dan berhasil menjalaninya meski hanya beberapa hari saja. Hehe. Maklumlah, masih kecil.

Tema ngaBLOGdetik hari ini mengingatkan saya kepada peristiwa sahur waktu itu. Dengan mata yang belum benar-benar terbuka, saya ikut sahur bersama bapak, ibu dan mbah. Saya lupa menu sahurnya, yang paling saya ingat adalah kebiasaan keluarga saya saat imsak tiba.

Ibu dan mbah bangun jam 2 pagi untuk menyiapkan menu sahur, kemudian membangunkan saya dan bapak untuk sahur. Biasanya kami sahur jam 3 pagi. Waktu sahur yang tersisa masih banyak, sekitar setengah jam lebih. Karena itu kami memilih untuk melanjutkan tidur yang sempat terganggu karena harus sahur, kecuali mbah. Mbah bertugas untuk membangunkan kami saat imsak tiba. Waktu imsak untuk daerah Kraksaan dan sekitarnya, kalimat ini terdengar dari radio, saatnya untuk kami bangun dan minum segelas air putih. Ya! Itulah kebiasaan itu seakan telah menjadi budaya dalam keluarga kami. Minum segelas air putih ketika seruan imsak dikumandangkan menjadi kenangan sahur pertama kali yang masih bisa saya rasakan hingga sekarang.

945747005ad599a54774c884e3df21ea_1fruitsbenefitshealth.blogspot.com

Sempat saya bertanya kepada bapak waktu itu, Imsak kan udah gak boleh makan. Karena sudah ngantuk dan tidak sabar melanjutkan tidur, bapak menjawab dengan singkat,Gak apa-apa. Kalau sudah adzan baru gak boleh makan. Jawaban bapak membuat saya semangat untuk melanjutkan tradisi ini setiap hari. Hehehe.

Menumlah air putih ketika imsak tiba, niscaya tenggorokan Anda dan Anda sendiri akan siap untuk berpuasa sehari penuh. :D


TAGS ngaBLOGburit


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post