Kata-Kata Menentukan Nasib

28 Oct 2012

Assalamualaikum :)
Hari ini alhamdulillah saya senaaaaaaang sekali :D . Tanya kenapa? Saya, Siti (teman saya) dan Mas Riza (teman baru saya) menghadiri sebuah workshop entrepreneur yang diselenggarakan oleh Jarbis (Jaringan Bisnis) Indonesia. Workshop dengan tema €œMINDSET for ENTREPRENEUR€ yang akan berlangsung selama dua hari ini menghadirkan pembicara yang TOP. Mereka sudah cukup lama berpengalaman di bidang entrepreneur. Dan ajaibnya lagi, 8 pengusaha sibuk ini sama sekali tidak dibayar dengan uang. Semangat berbagi menguatkan langkah kaki mereka untuk sampai di Wisma Tamu (Jl. Pregolan Bundar 6-8 Surabaya). Saya hanya perlu membayar Rp. 175.000,- untuk sewa ruangan, makan, coffee break dan sertifikat. Seharusnya ini cukup bisa untuk membuat saya terjaga selama workshop berlangsung, tapi ternyata tidak. Astagfirullah….


Pembicara pertama yang membuka workshop ini adalah pendiri Jarbis. Beliau adalah Bapak Putu Darma Putra. Meski nama depannya Putu, tapi beliau adalah seorang muslim. Alhamdulillah. Bapak Putu membuka workshop ini sekaligus memberikan sedikit materi kepada peserta. Yang paling menarik dari bahasan beliau adalah map berikut :

Sumber gambar : Laptop Saya.

Contohnya begini. KEADAAN SAAT INI, saya sedang menghadiri sebuah workshop entrepreneur. Keadaan tersebut adalah hasil TINDAKAN / PERBUATAN saya bersepeda motor dari kosan menuju tempat. TINDAKAN / PERBUATAN tersebut adalah hasil dari KEPUTUSAN yang ada dalam MIND saya yang berupa KATA-KATA. Dan KATA-KATA yang kita buat sehari-hari akan menentukan NASIB kita di masa mendatang. Begitu kata Bapak Putu. Beliau lanjut menjelaskan bahwa map tersebut adalah berita baik sekaligus buruk bagi kita semua. Baik? Karena peserta tau dan bisa mulai untuk mengatur kata-kata yang digunakan setiap hari. Buruk karena tidak ada yang bisa disalahkan kecuali diri sendiri atas nasib yang menimpa kita dari dulu sampai sekarang. -_______-
Dunia ini berisi kata-kata. Tidak ada hal yang tidak terdiri dari kata. Ketika sadar bahwa dunia ini adalah kata-kata, maka tidak perlu sewot ketika kita diejek atau dihina oleh orang lain. Karena orang tersebut hanyalah berkata-kata. Dan kata-kata itu untuk didengar atau dibaca, bukan dirasakan. Sekali lagi BUKAN UNTUK DIRASAKAN. Misalnya ada yang bilang, “Kamu Gaya”€. Dia hanya mengucapkan sebuah kata yang terdiri dari 7 huruf : K, A, M, U, G, A, Y. Jadi, kenapa harus sewot, marah, jengkel, pengen mukul, dkk? Dia loh cuma berkata-kata saja :D . Begitu kata Pak Putu.
Dan paragraf terakhir ini akan saya tulis sebuah petuah :D . Sebagai mahasiswa dan orang dewasa, sudah seharusnya kita berpikir lebih “€œcerdas”€. Apapun yang dikatakan oleh para pembicara tidak harus semuanya disetujui, harus diproses terlebih dahulu. Ilmu yang didapat dari para pengusaha sukses ini sebaiknya tidak diterima secara saklek atau benar-benar persis seperti yang telah disampaikan. Informasi tersebut lebih baik diolah sesuai dengan cara berpikir kita. Sehingga ketika ada ilmu lain yang mungkin tidak sama atau berlawanan dengan yang diberikan oleh mereka, tidak membuat kita bingung dan akhirnya stres (agak lebay yaa). Itu saja sih petuahnya :D. Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Wassalamualaikum :)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post